
Oleh : Kusumawati
Kira-kira setengah jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat, para penumpang yang sudah menunggu di ruang tunggu Bandara akhirnya dipersilahkan masuk ke pesawat oleh petugas Bandara. Maka berduyun-duyun para penumpang, dengan menjinjing barang bawaan masing-masing, berjalan menuju pesawat yang sudah terparkir tidak jauh dari ruang tunggu.
Sesampainya para penumpang di dalam pesawat, mereka lantas mencari nomor tempat duduk yang sesuai dengan nomor yang tertera di “boarding pass”. Saat itulah terlihat dua orang penumpang pria sedang beradu mulut memperebutkan kursi nomor 7F. Keduanya sama-sama ngotot, lantaran merasa nomor yang tertera di “boarding pass” mereka sama-sama nomor 7F.
Melihat kondisi yang tidak mengenakkan ini, maka salah seorang pramugari berinisiatif menghampiri keduanya.
“Ada masalah apa, Pak? Bisa saya bantu?” tanya sang pramugari dengan ramah.
“Begini, mbak. Kenapa nomor kursi saya bisa sama persis dengan nomor kursi Bapak ini,” jelas pria pertama sambil menunjuk ke arah pria kedua.
“Coba saya lihat boarding pass-nya.” Sang pramugari pun mencoba memperhatikan nomor kursi yang tertera di boarding pass kedua pria tadi.
“Pasti ada yang salah pada sistem administrasi, mbak. Makanya nomor yang sama bisa tertera di boarding pass,” celetuk pria kedua.
“Memang betul nomor kursi Bapak-Bapak sama persis,” komentar sang pramugari, setelah mengecek nomor kursi kedua penumpang pria itu.
“Tuh kan, betul kata saya! Pasti ada yang gak beres di sistemnya,” celetuk pria kedua lagi.
“Tapi, Pak. Ada yang beda di sini....” kata sang pramugari sambil menunjuk ke boarding pass milik pria kedua.
“Memangnya beda di mana, mbak.”
“Di tujuannya! Maaf, Pak, rupanya Bapak salah masuk pesawat. Pesawat yang ini tujuannya ke Jogja. Sementara pesawat yang tujuan ke Surabaya ada di sebelah, Pak!”
Dengan malu-malu, karena sudah bertengkar dan mengomentari yang macam-macam, pria kedua itu pun bergegas ke luar pesawat, dan menuju pesawat yang terparkir di sebelah. Rupanya, kedua pesawat yang terparkir bersebelahan itu, waktu keberangkatannya nyaris bersamaan, sehingga penumpang masing-masing pesawat diminta untuk boarding pada waktu yang nyaris bersamaan pula!
Kira-kira setengah jam sebelum jadwal keberangkatan pesawat, para penumpang yang sudah menunggu di ruang tunggu Bandara akhirnya dipersilahkan masuk ke pesawat oleh petugas Bandara. Maka berduyun-duyun para penumpang, dengan menjinjing barang bawaan masing-masing, berjalan menuju pesawat yang sudah terparkir tidak jauh dari ruang tunggu.
Sesampainya para penumpang di dalam pesawat, mereka lantas mencari nomor tempat duduk yang sesuai dengan nomor yang tertera di “boarding pass”. Saat itulah terlihat dua orang penumpang pria sedang beradu mulut memperebutkan kursi nomor 7F. Keduanya sama-sama ngotot, lantaran merasa nomor yang tertera di “boarding pass” mereka sama-sama nomor 7F.
Melihat kondisi yang tidak mengenakkan ini, maka salah seorang pramugari berinisiatif menghampiri keduanya.
“Ada masalah apa, Pak? Bisa saya bantu?” tanya sang pramugari dengan ramah.
“Begini, mbak. Kenapa nomor kursi saya bisa sama persis dengan nomor kursi Bapak ini,” jelas pria pertama sambil menunjuk ke arah pria kedua.
“Coba saya lihat boarding pass-nya.” Sang pramugari pun mencoba memperhatikan nomor kursi yang tertera di boarding pass kedua pria tadi.
“Pasti ada yang salah pada sistem administrasi, mbak. Makanya nomor yang sama bisa tertera di boarding pass,” celetuk pria kedua.
“Memang betul nomor kursi Bapak-Bapak sama persis,” komentar sang pramugari, setelah mengecek nomor kursi kedua penumpang pria itu.
“Tuh kan, betul kata saya! Pasti ada yang gak beres di sistemnya,” celetuk pria kedua lagi.
“Tapi, Pak. Ada yang beda di sini....” kata sang pramugari sambil menunjuk ke boarding pass milik pria kedua.
“Memangnya beda di mana, mbak.”
“Di tujuannya! Maaf, Pak, rupanya Bapak salah masuk pesawat. Pesawat yang ini tujuannya ke Jogja. Sementara pesawat yang tujuan ke Surabaya ada di sebelah, Pak!”
Dengan malu-malu, karena sudah bertengkar dan mengomentari yang macam-macam, pria kedua itu pun bergegas ke luar pesawat, dan menuju pesawat yang terparkir di sebelah. Rupanya, kedua pesawat yang terparkir bersebelahan itu, waktu keberangkatannya nyaris bersamaan, sehingga penumpang masing-masing pesawat diminta untuk boarding pada waktu yang nyaris bersamaan pula!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar